SMP Muhammadiyah 7 PU Colomadu menggelar kegiatan POMG Akbar sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menjaga kesehatan peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid An Nur pada Sabtu, 7 Februari 2026 tersebut menghadirkan orang tua, siswa kelas 7 hingga 9, guru, serta narasumber kesehatan untuk bersama-sama belajar mengenai pentingnya pola makan sehat bagi masa depan anak.

Meski cuaca sore tampak mendung, antusiasme peserta tidak surut. Sejak awal kegiatan, halaman masjid sudah dipadati orang tua dan siswa yang datang untuk mengikuti rangkaian acara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran keluarga tentang dampak kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula, garam, serta kurangnya asupan air putih yang berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, termasuk risiko penyakit ginjal yang dapat berujung cuci darah.

Sebelum workshop dimulai, panitia menyediakan layanan cek kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah dan tekanan darah. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta turut terlibat sebagai tim medis pendamping. Antrean panjang terlihat sejak sore hari, namun para peserta tetap tertib dan sabar menunggu giliran. Baik orang tua, guru, maupun siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.
Memasuki sesi utama, workshop kesehatan dipandu oleh Bapak Pandu Aseta, dosen Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan keterkaitan antara pola makan sehari-hari dengan kesehatan organ tubuh, khususnya ginjal. Ia juga memberikan panduan praktis dalam memilih jajanan sehat, membatasi konsumsi makanan olahan, serta membiasakan minum air putih yang cukup.
Materi yang disampaikan dinilai relevan dan mudah dipahami, sehingga membuka wawasan peserta tentang pentingnya pengawasan sejak dini. Beberapa orang tua mengaku kini lebih selektif dalam memilihkan bekal dan jajanan untuk anak.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa POMG Akbar menjadi langkah konkret untuk mempererat kolaborasi antara sekolah dan keluarga. “Kami ingin orang tua dan guru berjalan bersama, bukan saling menyalahkan, tetapi saling menguatkan demi kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal gerakan hidup sehat di lingkungan sekolah. Langkah kecil yang dimulai dari edukasi ini diharapkan mampu menjadi perlindungan besar bagi masa depan generasi muda.
