
Murid SMP sudah selayaknya dapat memaknai peringatan Hari Pahlawan. Tapi tidak semudah itu Kuy! Perlu guru kreatif dan gercep, sat-set, das-des yang dapat merancang dan membersamai generasi tangguh ini.
Ide memperingati hari Pahlawan dengan cara yang tidak biasa. Guru memberi tantangan semua kelas untuk membuat art perform berupa mini drama kisah kepahlawanan, musikalisasi puisi dan pameran 7 poster pahlawan. Bagian praktek merdeka mengajar di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Brightschool Mutu.

Dari idenya saja, pasti melibatkan siswa 1 kelas. Mereka belajar dan mengimplementasikan dalam banyak hal. Mulai dari diskusi ide pentas, pembagian peran, mengatur tampilan, kostum, bagaimana public speaking, dan tentunya banyak intrik yang menjadi kendala. Prinsip dasar leadership teruji, how to managing the self, the task and the people. Waktu persiapan hanya dua hari, guru hanya sebagai fasilitator. Riweh, ramai, kompak dan asyik. Kesan sesaat dari perilaku anak-anak di sekolah.
Tibalah hari yang dinanti, usai upacara dengan banyak pesan dan kesan dari kepala sekolah galak. Pentas seni peringatan hari pahlawan digelar di halaman sekolah dengan panggung sederhana tetapi penuh makna.

Tampilan diawali dengan perform kisah perjuangan Pattimura. Adegan per adegan muncul dengan kejutan-kejutan keren, tampilan menggoda dan selipan adegan kocak, cukup memukau penonton. Ada efek darah merah yang tiba-tiba berceceran di kostum para pemain, keren dan totalitas. Properti senjata dari pelepah pohon pisang pun turut meramaikan tampilan. Selanjutnya ditutup dengan musikalisasi puisi.
Tampilan selanjutnya dibawakan oleh kelas 9. Mereka menampilkan mini drama peristiwa penculikan Sukarno-Hatta dalam persiapan proklamasi sampai berlangsungnya Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dengan kostum jas yang dipakai para siswa dengan mamakai topeng kertas menyerupai para tokoh pahlawan proklamator RI, menjadikan siswa kelas 9 tampak gagah dan keren di atas panggung.

Tampilan terakhir dibawakan oleh kelas 7 berupa drama peristiwa 10 November di Surabaya. Kepolosan dan semangat siswa kelas 7 dalam membawakan jalannya cerita menjadikan suasana mencekam. Para penonton fokus mengikuti jalan cerita yang naik turun karena terkendala suara lipsing yang masih kurang maksimal.
Walaupun demikian, banyak hal yang diperoleh dari acara hari pahlawan kali ini. Visualisasi peristiwa sejarah melalui drama mini dan musikalisasi puisi menjadi indikator mereka sudah menguasai dan menghayati peran sebagai pahlawan. Belajar sejarah menjadi hal yang menantang dan berkesan.
Para siswa dengan bangga dan berani tampil di depan panggung. Mereka merasakan perjuangan untuk mempersembahkan yang terbaik bersama tim kelasnya. Berlatih menanggalkan ego dan emosi, mengedepankan kepentingan bersama, saling melayani, bahu membahu untuk menjadi yang terbaik.
Good Job, murid-murid hebat SMP Muhhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. Semangat
Sederhana yang menghati
Penulis : Arum Dyah Ripdianti
