LDK – Day 2 – Ditempa untuk Menjadi Kuat

Hari kedua Latihan Dasar Kepemimpinan menjadi hari yang benar-benar menguji kami. Di bawah sinar matahari, di alam yang terbuka dan jauh dari kenyamanan rumah, kami berdiri dengan wajah-wajah yang tak lagi bersih, namun justru di sanalah cerita kami tertulis. Lumpur di pipi, peluh yang mengalir, dan tatapan yang mulai lelah adalah saksi bahwa hari ini bukan hari yang mudah.

Jauh dari orang tua, kami belajar berdiri dengan kaki sendiri. Tak ada tangan yang menuntun saat lelah, tak ada suara yang menenangkan saat rindu datang diam-diam. Gadget yang biasanya setia di genggaman kini ditinggalkan, digantikan oleh kebersamaan, alam, dan suara hati sendiri. Di sinilah kami belajar hadir sepenuhnya mendengar instruksi, memahami makna disiplin, dan saling menguatkan satu sama lain.

Alam menjadi ruang belajar kami. Air sungai yang dingin, jalan yang licin, dan tugas-tugas yang menuntut kerja sama mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mau bertahan dan peduli. Kami belajar bahwa satu langkah maju sering kali membutuhkan keberanian, dan satu keberhasilan lahir dari kebersamaan.

Dalam diam dan lelah, doa-doa kami terucap.
Ya Allah, jika hari ini Engkau tempakan kami dengan keras, maka jadikanlah kami pribadi yang kuat tanpa kehilangan rendah hati. Jika rindu ini terasa berat, gantilah dengan ketangguhan dan kesabaran. Bentuklah kami sesuai kehendak-Mu, menjadi pemimpin yang berkarakter, beriman, dan bertanggung jawab.

LDK hari kedua bukan sekadar rangkaian kegiatan. Ia adalah proses pembentukan. Kami mungkin pulang dengan tubuh lelah, namun hati yang lebih siap. Karena kami percaya, setiap tempaan hari ini adalah bekal untuk langkah besar di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *